Ulasan Seputar Fakta dan Mitos Virus Corona

Ditengah wabah pandemik virus corona telah banyak artikel dan berita yang berada melalui media sosial hingga media chatting. Hal ini akhirnya menimbulkan fakta dan mitos, bahkan beberapa berita mitos ini membuat manusia akhirnya melakukan banyak kesalahan. Untuk itu setiap fakta dan mitos perlu diolah terlebih dahulu karena mitos hanya membuat diri menjadi cemas menerima informasi yang salah.

Berikut adalah fakta virus corona diantaranya:

  • Virus penyebab pneumonia ditemukan untuk pertama kalinya di Wuhan Negara Tiongkok yang berasal dari hewan liar pada pasar Huanan, pada saat itu pelancong ikut terinfeksi dan menularkan virus dari negara ke negara lain dan 7 negara yang terinfeksi pertama adalah Thailand, Singapura, Amerika, Vietnam, Taiwan, Korea Selatan dan Jepang.
  • Virus ini menjadi penyakit zoonis dan ditularkan dari hewan menuju manusia, CDC Amerika telah menjelaskan bahwa kelelawar dan virus saling terhubung dan dapat ditularkan dari kucing dan unta, walaupun Covid-19 jarang melakukan evolusi lalu menyebar ke manusia.
  • Sesuai dengan data WHO menyebutkan bahwa corona berasal dari keluarga besar flu yang menjadi lebih parah seperti MERS-CoV dan SARS-CoV, sebelumnya pada tahun 2002 SARS telah menyebar ke negara lain dan pertama kali terjadi di Tiongkok dan berakhir pada tahun 2003.

Selain itu, wabah ini telah menyerang sistem pernapasan dan beberapa menggunakan vaksin pneumonia dalam tindakan pencegahannya namun vaksin tersebut belum mampu menyembuhkan infeksi Covid-19 dan kini kota Wuhan telah melakukan karantina wilayah dengan penduduk 11 juta orang. Kejadian Covid-19 ini telah masuk di Indonesia dan selama di kota Wuhan penyakit ini telah memakan korban yang meninggal termasuk tim tenaga medis yang mengalami penyebaran. Covid-19 yang menginfeksi manusia akan memberikan gejala sakit tenggorokan, sulit bernapas, demam, batuk dan sakit kepala, dan menyebabkan penyakit mirip pneumonia dan beragam gejala dan akan lebih parah pada pasien dengan penyakit paru, jantung dan diabetes hingga lansia dan bayi.

Faktanya walaupun Covid-19 belum memiliki vaksin untuk menyembuhkan tetapi National Institutes of Health telah membagikan langkah pencegahan virus. Dengan cara sering mencuci tangan menggunakan sabun selama 20 detik dan menghindari menyentuh wajah terutama mulut, hidung dan mata ketika tangan belum dicuci. Sebaiknya menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit, lakukan pembersihan dan pensterilan pada permukaan benda yang telah disentuh dan sebaiknya tutup hidung dan mulut ketika sedang bersin dan batuk serta jangan keluar rumah ketika tubuh sedang tidak sehat. Setelah masuk ke Indonesia, kini pintu masuk negara telah diperketat keamanannya dengan adanya thermo scanner.

Berikut adalah mitos Covid-19 diantaranya:

  • Masker dapat memberikan perlindungan diri dari virus namun hal ini tentu tidak selalu benar namun penggunaan masker mencegah infeksi penyebaran ke orang lain dan mampu memblokir terjadi percikan pada partikel pernapasan.
  • Kemungkinan kecil terkena virus SARS-CoV-2, berdasarkan ilmuwan telah melakukan angka reproduksi dasar yang diperkirakan akan menginfeksi 1 orang dan vaksin flu musiman dapat digunakan untuk mencegah influenza namun tidak cocok pada Covid-19.

Selain itu, mitos lain dari virus corona adalah SARS-CoV-2 merupakan virus penyebab flu biasa yang bermutasi namun virus ini memiliki materi genetik yang menginfeksi kelelawar lalu menular pada manusia. Ada juga mitos SARS-CoV-2 terbentuk dari laboratorium namun dalam hal ini belum terbukti dan masih terbukti berasal dari kelelawar. Beberapa fakta dan mitos ini perlu diketahui untuk tidak mudah mempercayai informasi yang kini banyak beredar.