Pengalaman Melahirkan Normal Setelah Caesar

Sebuah impian besar yang ada dalam benak wanita adalah menjadi Ibu. Karena menjadi Ibu adalah pembuka pintu kedewasaan yang sesungguhnya  bagi wanita. Dalam perjalanan menjadi Ibu, banyak proses yang harus di lewati, proses tersebut membuat wanita harus banyak belajar dan bertanya. Meskipun proses itu melelahkan, namun sebenarnya sangat membahagiakan jika kita menikmati dan menjalani dengan penuh keikhlasan.

Satu hal yang pasti untuk menjadi Ibu adalah mengandung dan melahirkan. Saya adalah seorang wanita yang telah melalui dua hal tersebut, yaitu mengandung dan melahirkan. Dan saya juga sudah melalui dua cara melahirkan, pernah Caesar dan pernah melahirkan secara normal. Akan saya ceritakan mengapa saya harus melahirkan dengan cara operasi Caesar.

Tahun 2013 masa kehamilan anak pertama, tidak banyak yang saya tahu tentang kehamilan, hanya mempelajari secara terbatas dari internet. Sesekali melakukan cek ke bidan. Hingga suatu hari terjadi sesuatu yang saya rasa aneh ketika usia kehamilan memasuki usia 38 minggu. Ada air jernih, tidak berbau yang keluar dari jalan lahir, meskipun tidak deras, tapi cairan jernih tetap mengalir sehingga saya harus pakai pembalut agar tidak tercecer kemana-mana.

Dalam keadaan panik, saya dan suami pergi memeriksakan apa yang terjadi ini pada bidan tempat  biasa periksa. Luar biasa, hanya dalam hitungan menit, bermodalkan hasil cek ala kadarnya, saya langsung di rujuk ke sebuah rumah sakit d Depok, alasannya simple, ketuban pecah dan harus lahir hari itu juga, satu-satunya pilihan (tidak ada pilihan kedua) menurut  bidan adalah dengan cara melahirkan lewat operasi Caesar. Ketika saya mengatakan induksi, dengan tegas bidan menjawab, “tidak bisa, karena kalau induksi gagal, maka harus operasi juga, dan itu membahayakan nyawa ibu dan anak, dan pinggul ibu sempit.”

Dalam keadaan panic dan sedih akhirnya saya dan suami menyetujui pilihan bidan. Inilah hal bodoh yang kami lakukan, tidak mencari info sebanyak-banyaknya tentang proses persalinan, sehingga tidak cukup ilmu untuk melahirkan secara normal. Pun ketika bidan memvonis sc, saya pun tidak punya bantahan dan tidak punya pilihan untuk menolaknya. Beberapa bulan kemudian, baru saya ketahui, kalau sempit tidaknya pinggul itu hanya bisa di deteksi dengan cara pemeriksaan secara khusus kepada ahlinya, artinya tidak bisa hanya melalui prediksi saja.

Tiga tahun berselang, saya kembali hamil dan untuk kehamilan yang kedua ini saya tidak mau tunduk pada tim medis, berbekal banyak informasi dari orang-orang, tim medis, internet, saya berkomitmen untuk melahirkan secara normal. Beberapa kali saya ganti  bidan karena mencari bidan yang pro VBAC (Vaginal birth after Caesar). Sayapun mencari informasi sebanyak-banyaknya dari internet mengenai teknik-teknik melahirkan normal bagi wanita yang pernah sc.

Hingga akhirnya, sebuah buku mungil berjudul “Persalinan Syar’I” karya Emma yusuf saya dapatkan dari seorang kawan. Alhamdulillah, atas kehendak Allah, buku ini dapat saya baca untuk memotivasi menjelang persalinan. Saya terkesima akan penjelasan bidan Emma yang selalu merujuk pada Al Qur’an dan Hadist. Dan semua penjelasannya bidan Emma memang benar, melahirkan normal itu bisa dilakukan oleh semua wanita.

Dari banyak informasi itu, akhirnya saya punya tips yang saya gabungkan. Ternyata tipsnya sangat mudah, dan melahirkan normal setelah sesar bukanlah impian kosong. Berikut tips yang saya jalani, dan dari tips inilah, Allah menolong saya dengan kemudahan-kemudahan ketika melahirkan.

  1. Yakin, Allah Maha Penolong
  2. Yakin, Allah Pasti Menolong
  3. Yakin, Allah memberi  kemudahan
  4. Meruqyah sendiri janin dengan surat Al baqoroh
  5. Banyak bersujud untuk mendekat kepada Allah
  6. Makan banyak nanas mulai 35pekan usia kandungan
  7. Banyak berjalan kaki mulai 35pekan usia kandungan
  8. Minum air putih sebanyak-banyaknya
  9. Meminum minyak zaitun menjelang persalinan
  10. Selalu mengingat Allah dengan berdzikir

Tips sederhana tersebut bisa dicoba untuk memudahkan proses persalinan, saya tidak melakukan gerakan-gerakan senam, tidak meminum vitamin-vitamin dari bidan, hanya makan makanan biasa saja, yang terpenting banyak mengkonsumsi sayuran dan minum air putih.

Saya terheran-heran ketika mencari banyak info dari dunia maya dan dunia nyata bahwa VBAC itu sangat beresiko dan kecil kemungkinan suksesnya. Bidan-bidan yang saya datangi juga menolak halus jika saya memaksa melahirkan secara normal di kliniknya. Namun dengan rasa percaya diri yang tinggi saya sangat yakin bisa melahirkan secara normal karena Allah yang menjamin, Allah yang sudah menciptakan janin dalam rahim dan pasti juga menciptakan jalan bagi janin yang akan keluar dari rahim. Saat tim medis menjelaskan blablabla, hati kecil saya selalu tertawa, begitu tingginya sebuah logika, sehingga Allah dilupakan untuk hal seperti ini.

Hingga di penghujung tahun 2016, jam tiga dini hari, saya merasakan mulas-mulas yang cukup hebat. Saya tetap berusaha tenang dan santai, dzikir dan terus meminta kemudahan kepada Allah. Waktu terus berputar, usai sholat subuh, saya menjalani aktivitas rumahan, membersihkan rumah, mencuci dan menyetrika. Pukul 9.00 pagi, saya merasa ada suara balon pecah didalam perut, disusul keluarnya cairan dan darah yang terus menerus. Spontan keluarga membawa saya ke klinik, klinik merujuk saya ke rumah sakit Setia Bakti di Jalan raya bogor, Depok. Pukul 10.00 sampai dirumah sakit, ternyata sudah ada pembukaan 6. Dukungan suami yang terus di dekat saya, dan dzikir-dzikir lirih mampu meredam rasa mulas yang hebat.

Berkali-kali suami meminta pada perawat yang menangani agar di usahakan melahirkan secara normal, namun para perawat tidak menjawab alias tidak mengiyakan. Hingga akhirnya mulas yang saya rasakan semakin lama semakin hebat, saya seperti dalam keadaan antara hidup dan mati karena kelelahan yang sangat. Tiba-tiba para perawat dengan sangat cekatan membawa saya ke lantai atas diruang bersalin, kata mereka, saya sudah mengalami pembukaan 9. Tak henti-hentinya suami mencium dan memberikan dukungan agar saya kuat dan terus berdzikir.

Alhamdulillah, tepat pukul 11.30 mnjelang dzuhur, suara tangis bayi pecah begitu keluar dari rahim, suami memeluk saya dengan erat dan airmata kami tumpah karena kebahagiaan. Bahagia karena bertambah amanah yang Allah titipkan, dan bahagia karena bisa melahirkan secara normal setelah sebelumnya melahirkan secara sc.

Satu hal yang tidak saya lupakan, sebenarnya, ketika sudah dalam ruangan bersalin, para perawat yang menangani saya semuanya bersikap baik, memotivasi dan terus memberikan kata-kata yang menghibur. Alhamdulillah, saya melahirkan sebelum dokter kandungan sampai di ruang bersalin.

Setelah melalui proses VBAC, saya benar-benar sangat yakin dan bertambah yakin, jika kita serius ingin VBAC, memohon pertolongan kepada Allah dan berusaha untuk VBAC, Allah pasti akan memberikan pertolongan dan kemudahan. In syaa Allah saya akan menuliskan testimony VBAC ini dalam bentuk buku.

Sesungguhnya melahirkan normal itu bisa bagi wanita jika percaya dan yakin ada Allah yang selalu menolong. Bagi semua ibu-ibu yang berencana VBAC, tetap semangat, doa dan ikhtiar agar mudah proses persalinannya. Dan bagi calon Ibu yang sedang menyiapkan persalinan, galilah informasi dan ilmu sebanyak-banyaknya, agar bisa melahirkan normal dengan lancar.

Sumber referensi: blogspot.com

tips melahirkan normal setelah operasi sesar melahirkan normal setelah caesar kurang dari 2 tahun syarat melahirkan normal setelah caesar melahirkan normal setelah 2x caesar artis yang melahirkan normal setelah caesar pengalaman melahirkan normal dan caesar cerita sukses vbac melahirkan normal setelah caesar 1 tahun

Saya suka mempelajari segala hal tentang SEO, dan berbagi tips terutama kecantikan & kesehatan di beberapa website ; Mugianto – Rosyana – Spesialis rambut

Tinggalkan komentar